Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:
- Menyusun penjelasan ilmiah mengenai kerja komponen sistem pertahanan tubuh berdasarkan hasil kajian literatur dan informasi yang diperoleh.
- Menganalisis keterkaitan antara struktur dan fungsi organ-organ penyusun sistem pertahanan tubuh dalam menjaga homeostasis tubuh.
- Menganalisis peran berbagai jenis sel imun dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap patogen.
- Mengevaluasi hubungan antara antigen, antibodi, dan respons imun yang terjadi saat tubuh terpapar agen infeksi.
- Menginterpretasikan data atau fenomena biologis yang berkaitan dengan aktivitas sistem pertahanan tubuh dalam kehidupan sehari-hari.

Apersepsi
Pernahkah kalian mengalami demam, flu, atau luka yang kemudian sembuh dengan sendirinya? Mengapa tubuh mampu melawan penyakit tanpa kita sadari?
Ketika virus, bakteri, atau mikroorganisme lain masuk ke dalam tubuh, tubuh tidak tinggal diam. Di dalam tubuh terdapat suatu sistem yang bekerja selama 24 jam untuk mengenali, menyerang, dan menghancurkan penyebab penyakit. Sistem tersebut dikenal sebagai sistem pertahanan tubuh atau sistem imun.
Sistem imun bekerja seperti pasukan keamanan yang selalu siaga menjaga tubuh dari berbagai ancaman. Apabila sistem imun bekerja dengan baik, tubuh akan tetap sehat meskipun setiap hari terpapar berbagai mikroorganisme dari lingkungan.
A. Pengertian Sistem Pertahanan Tubuh
Sistem pertahanan tubuh (immune system) merupakan sistem yang tersusun atas berbagai organ, jaringan, sel, dan molekul yang bekerja sama untuk melindungi tubuh dari zat asing maupun mikroorganisme penyebab penyakit.
Mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit disebut patogen. Patogen meliputi:
- Virus
- Bakteri
- Jamur
- Protozoa
- Cacing parasit
Selain melawan patogen, sistem imun juga berperan dalam menghancurkan sel-sel tubuh yang rusak dan sel abnormal yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Fungsi Sistem Pertahanan Tubuh
- Mengenali benda asing yang masuk ke tubuh.
- Menghancurkan patogen penyebab penyakit.
- Membersihkan sel-sel tubuh yang rusak atau mati.
- Membentuk memori imun terhadap penyakit tertentu.
- Mencegah perkembangan sel kanker.
Analogi Sistem Imun
Bayangkan tubuh manusia seperti sebuah kerajaan.
| Bagian Sistem Imun | Analogi |
| Kulit | Benteng Kerajaan |
| Sel darah putih | Pasukan Penjaga |
| Limpa | Markas militer |
| Antibodi | Senjata khusus |
| Virus/Bakteri | Musuh yang menyerang |
Ketika musuh mencoba memasuki kerajaan, pasukan keamanan akan segera mendeteksi dan menyerang musuh tersebut sebelum menimbulkan kerusakan.

Sumber: Image by AI
B. Organ Penyusun Sistem Pertahanan Tubuh
Organ sistem imun dibedakan menjadi organ limfoid primer dan organ limfoid sekunder.
A. Organ Limfoid Primer
Organ limfoid primer merupakan tempat pembentukan dan pematangan sel-sel imun.
- Sumsum Tulang (Bone Marrow)
Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang terdapat di bagian dalam tulang.
Fungsi sumsum tulang:
– Menghasilkan sel darah merah.
– Menghasilkan sel darah putih.
– Menghasilkan trombosit.
– Tempat pembentukan limfosit B.
Proses pembentukan sel darah di sumsum tulang disebut hematopoiesis.

Sumber: Image by brgfx on Magnific
- Timus (Thymus)
Timus terletak di belakang tulang dada dan di atas jantung.
Fungsi:
– Tempat pematangan limfosit T.
– Menghasilkan hormon timosin.
Limfosit T yang belum matang berasal dari sumsum tulang dan bermigrasi ke timus untuk mengalami proses pematangan.

Sumber: Image by brgfx on Magnific
B. Organ Limfoid Sekunder
Organ limfoid sekunder merupakan tempat terjadinya interaksi antara antigen dan limfosit.
- Limpa (Spleen)
Limpa merupakan organ terbesar dalam sistem limfatik.
Fungsi:
– Menyaring Darah.
– Menghancurkan eritrosit tua.
– Menyimpan limfosit.
– Membantu melawan infeksi.
Limpa sering disebut sebagai “penyaring darah” karena mampu menangkap berbagai mikroorganisme yang masuk ke aliran darah.

Sumber: Image by brgfx on Magnific
- Kelenjar Getah Bening (Lymph Nodes)
Kelenjar getah bening tersebar di seluruh tubuh, terutama pada:
– Leher
– Ketiak
– Selangkangan
Fungsi:
– Menyaring cairan limfa.
– Menjadi tempat aktivasi limfosit.
Ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening dapat membengkak karena aktivitas sel imun meningkat.

Sumber: Image by freepik
- Tonsil (Amandel)
Tonsil berfungsi menangkap mikroorganisme yang masuk melalui:
– Mulut
– Hidung
Tonsil merupakan bagian penting dari pertahanan awal tubuh.

Sumber: https://primayahospital.com/tht/amandel/
- Pembuluh Limfa
Pembuluh limfa berfungsi mengangkut cairan limfa yang mengandung limfosit ke seluruh tubuh.

C. Sel-sel Sistem Pertahanan Tubuh
Sel sistem imun sebagian besar merupakan leukosit (sel darah putih).
- Neutrofil
Neutrofil merupakan sel darah putih yang jumlahnya paling banyak.
Fungsi:
– Menelan bakteri.
– Menghancurkan mikroorganisme.
Neutrofil merupakan sel pertama yang datang ke lokasi infeksi.
- Eosinofil
Fungsi:
– Melawan infeksi cacing parasit.
– Berperan dalam reaksi alergi.
- Basofil
Basofil menghasilkan:
– Histamin
– Heparin
Histamin menyebabkan pelebaran pembuluh darah saat terjadi peradangan
- Monosit dan Makrofag
Makrofag berasal dari monosit yang keluar dari pembuluh darah menuju jaringan tubuh.
Fungsi makrofag:
– Menelan patogen.
– Menghancurkan sel rusak.
– Menyajikan antigen kepada limfosit T.
Makrofag sering disebut sebagai “sel pemakan” karena kemampuannya melakukan fagositosis.

Sumber: Image by AI
- Limfosit B
Limfosit B berfungsi menghasilkan antibodi.
Saat bertemu antigen, limfosit B akan berkembang menjadi:
Sel Plasma
Menghasilkan antibodi dalam jumlah besar.
Sel Memori
Menyimpan informasi antigen sehingga tubuh dapat merespons lebih cepat jika antigen yang sama masuk kembali.
- Limfosit T
Limfosit T dibedakan menjadi beberapa jenis.
Sel T Helper (CD4)
Fungsi:
-Mengaktifkan limfosit B.
– Mengaktifkan makrofag.
– Mengoordinasikan respons imun.
Sel T Sitotoksik (CD8)
Fungsi:
– Membunuh sel yang terinfeksi virus.
– Menghancurkan sel kanker.
Sel T Regulator
Fungsi:
Mengendalikan respons imun agar tidak berlebihan. - Natural Killer Cell (NK Cell)
Sel NK mampu membunuh sel abnormal tanpa harus mengenali antigen terlebih dahulu.
Peran utama:
– Melawan kanker.
– Melawan infeksi virus.

Sumber: Image by AI
D. Antigen dan Antibodi
Antigen
Antigen adalah zat asing yang mampu memicu respons imun.
Contoh antigen:
- Protein virus influenza
- Racun bakteri tetanus
- Serbuk sari bunga.
Antibodi
Antibodi adalah protein khusus yang diproduksi limfosit B untuk melawan antigen.
Struktur antibodi menyerupai huruf Y.
Fungsi Antibodi
- Menetralkan racun.
- Menggumpalkan patogen.
- Mengaktifkan sistem komplemen.
- Mempermudah fagositosis.
Jenis-Jenis Antibodi
| Jenis | Fungsi |
| IgG | Kekebalan jangka panjang |
| IgM | Respons awal infeksi |
| IgA | Melindungi mukosa |
| IgE | Berperan pada alergi |
| IgD | Aktivasi limfosit B |
Hubungan Antigen dan Antibodi
Ketika antigen masuk ke dalam tubuh, limfosit B akan mengenali antigen tersebut dan menghasilkan antibodi yang sesuai.
Antibodi bekerja secara spesifik. Artinya, satu jenis antibodi hanya dapat mengenali antigen tertentu.

Sumber: Image by AI